Minyak Cepat Keruh, Sudah Pasti Merugikan

[ARTIKEL] 19 Apr 2020

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan wajib ada dalam daftar belanja di setiap bulannya. Meskipun pemakaiannya tidak sebanyak bahan pokok lainnya, akan tetapi minyak goreng turut menjadi penentu boros atau tidaknya anggaran belanja.

Untuk dapat menekan pengeluaran, tidak jarang beberapa orang bahkan menggunakan minyak goreng lebih dari 2 kali bahkan lebih dari 3 kali. Apakah hal tersebut aman bagi tubuh? Jawabannya tentu hal tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan. Minyak goreng yang dipakai lebih dari batas anjuran penggunaan sudah tentu akan berubah warna ke arah kecoklatan atau dengan kata lain menjadi keruh. Minyak goreng yang sudah keruh ini membawa dampak negatif bagi kesehatan. Apa sajakah dampak negatif tersebut ?

  1. Rentan Terkena Infeksi Bakteri Menggunakan minyak goreng bekas yang sudah keruh membuat tubuh akan rentan terserang oleh infeksi bakteri. Bagaimana penjelasannya? Ketika menggoreng dengan menggunakan minyak bekas, tentu akan ada minyak yang masuk ke dalam tubuh melalui hasil makanan yang digoreng. Bakteri mana yang dapat menyerang tubuh melalui minyak goreng bekas? Dikutip dari www.halosehat.com minyak bekas mengandung salah satu bakteri yang disebut Clostridium botulinum. Bakteri tersebut adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit botulisme. Botulisme sendiri adalah penyakit keracunan yang salah satunya disebabkan oleh makanan. Sehingga dapat diartikan, mengkonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak goreng bekas sama halnya dengan mengizinkan tubuh mengkonsumsi bakteri Clostridium botulinum.

  2. Meningkatkan Resiko Penyakit Degeneratif Contoh beberapa penyakit degeneratif yang bisa menyerang tubuh adalah penyakit jantung, alzheimer, bahkan kanker. Penyakit degeneratif sendiri adalah sebagai kondisi dimana salah satu organ dalam tubuh mengalami penurunan fungsi secara terus menerus. Lalu bagaimana minyak bekas dapat menyebabkan penyakit degeneratif? Pada suatu penelitian yang dilakukan oleh universitas di Spanyol menyatakan bahwa di dalam minyak goreng bekas terdapat senyawa organik yang disebut dengan aldehid. Senyawa organik aldehid inilah yang dapat memicu munculnya penyakit degeneratif yang kronis.

  3. Berisiko Menyebabkan Obesitas Salah satu penyebab Obesitas adalah banyaknya lemak trans yang masuk ke dalam tubuh. Lemak trans ini salah satu sumbernya adalah dari minyak goreng yang sudah dipakai beberapa kali. Jika tidak segera ditangani, obesitas dapat memicu munculnya penyakit lain seperti diabetes dan juga penyakit jantung.

  4. Meningkatkan Resiko Penyakit Kanker Dari poin 1 sampai 3, jika kebiasaan menggunakan minyak goreng bekas tidak segera dihentikan maka resiko terserang penyakit kanker juga semakin meningkat.

4 poin di atas hanyalah sebagian penjelasan dari dampak negatif dari penggunaan minyak goreng bekas. Masih ada beberapa dampak negatif lain yang tentunya juga akan merugikan untuk kesehatan tubuh.

Untuk terhindar dari dampak negatif tersebut solusinya adalah memakai minyak goreng yang baru dan masih layak untuk digunakan. Lalu, berapa banyak minyak goreng yang harus disediakan? Jika terlalu banyak, bukankah akan menaikkan anggaran belanja dan hidup menjadi lebih boros?

Selalu ada solusi disetiap permasalahan yang muncul. Solusi untuk permasalahan minyak goreng yang cepat keruh ini sudah pasti adalah beralih memilih dan menggunakan minyak goreng kelapa. Minyak goreng kelapa yang memiliki warna yang jernih dan tidak mudah berubah warna menjadi kecoklatan dapat digunakan hingga 6x penggorengan. Hal tersebut sudah tentu berbeda dengan minyak goreng sawit yang maksimal hanya bisa digunakan 3x penggorengan bahkan hanya 2x saja. Selain warna yang jernih, minyak goreng kelapa juga tidak mudah teroksidasi sehingga tidak mudah berbau tengik.

Disamping warna yang jernih, minyak goreng kelapa dipastikan aman untuk dikonsumsi karena mengandung berbagai gizi yang baik yang mana salah satunya adalah asam laurat. Asam laurat merupakan salah satu jenis dari asam lemak jenuh rantai sedang yang mana ketika masuk di dalam tubuh akan berubah menjadi monolaurin. Monolaurin di dalam tubuh akan membantu meningkatkan imunitas tubuh serta membantu tubuh melawan virus. Tubuh dengan imun yang baik tidak akan mudah terserang penyakit.

Untuk menghindari minyak goreng cepat keruh, ada beberapa tips yang bisa diterapkan selain tidak menggunakannya secara berulang. Salah satunya adalah dengan menyimpan minyak ditempat yang teduh dan jauh dari paparan sinar matahari.

Lihat Artikel Lainnya